Harsiarnas Ke-88, Momentum Transformasi Siaran Digital

By On April 01, 2021


Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas ) ke-88 tahun 2021 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh lembaga penyiaran publik bertransformasi siaran digital.

Kadis Kominfotik (tengah) mengikuti Harsiarnas

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi yang mewakili Gubernur NTB, saat mengikuti acara puncak Harsiarnas tingkat provinsi secara virtual langsung dari Kota Solo, Kamis (1/4/2021) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.


“Hari penyiaran ini merupakan momentum kebangkitan lembaga penyiaran. Karena di HUT ke-88, menjadi kebangkitan menyongsong era digital,” kata Gede.


Di tengah situasi pandemi Covid-19, Gede juga mengungkapkan bahwa lembaga penyiaran publik menjadi salah satu media yang adaptif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengatasi masalah pandemi sekaligus juga menghindari dari krisis yang lebih besar lagi.


“Oleh sebab itu, seluruh lembaga penyiaran publik harus tetap semangat dan optimis, dengan kreatifitas dan inovasi dalam menyuguhkan informasi yang sehat,” tutupnya.


Lebih jauh dijelaskan Kepala Balai Monitoring (Balmon) Spektrum Frekuensi NTB, I Komang Sudiarta, M.H., bahwa ada banyak keunggulan siaran digital dibandingkan dengan analog. Seperti televisi digital yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. 


“Segera bermigrasi, agar dapat menikmati keunggulan siaran digital yang jernih,” kata Sudiarta.


Ia juga mengingatkan agar lembaga penyiaran publik bisa mengikuti berbagai perkembangan teknologi, sehingga pada tahun 2022 nanti, semua siaran televisi sudah bermigrasi ke digitalisasi. 


"Bila belum, maka kami akan menutup izinnya," tegasnya.


Sementara itu, Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, mengatakan bahwa saat ini konsumsi masyarakat akan informasi media, baik radio maupun televisi sangat tinggi. Hal ini diakibatkan pada era pandemi yang hampir satu tahun, kegiatan dan aktifitas masyarakat terbatas. 


Oleh karenanya ia berharap lembaga penyiaran dapat terus menyiarkan informasi yang bermanfaat serta berbagai kondisi terkini pembangunan di NTB, seperti pada sektor andalan pariwisata, sehingga setelah keadaan normal, proses vaksinasi Covid-19 telah dilakukan, tetap disiplin menegakan protokol kesehatan, maka kebangkitan pariwisata akan kembali menggerakan perekonomian masyarakat.


“Akan banyak masyarakat yang ingin berekreasi, menikmati kembali keindahan alam dan laut di NTB,” harapnya.


Turut hadir dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda NTB, Kapenrem Korem 162/WB, Ketua dan Komisioner Komisi Informasi (KI), Komisioner KPID NTB, Ketua PWI NTB dan perwakilan lembaga penyiaran se-NTB. (Diskominfotikntb)

Tim YPH PPD Ikhtiarkan Museum Mini di Makam Pahlawan Nasional

By On Januari 19, 2021

NAWAcita.net - Ikhtiar mewujudkan Museum Mini di Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuudin Abdul Madjid terus dilakukan. Tim Museum Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor terus melakukukakoordinasi dengan pihak Museum Negeri NTB.

Dr. H Badaruddin, M.Pd

Ketua Tim Museum Mini YPH PPD NW Pancor, Dr. H Badaruddin mengatakan, untuk mewujudkan museum mini itu, pihak Museum NTB telah menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan space bagi Pahlawan Nasional.

“Kalau Museum Mini ini terwujud, maka generasi muda kita saat ini tidak akan kesulitan untuk melacak bagaiamana perjuangan Pahlawan Nasional sekaligus guru kita,” ujar Badaruddin dalam rilisnya, Selasa (19/01/2021).

Generasi sekarang ini banyak yang tidak tahu perjuangan pahlawan, khususnya pahlawan atau pejuang yang mengorbankan jiwa raga untuk merebut kemerdekaan bangsa, khususnya para pejuang bangsa Sasak. Oleh karena itu, keberadaan museum mini di Pancor ini sangat penting.

Ia juga menegaskan, banyak pejuang yang ada di Lombok namun hampir tidak pernah diketahui banyak orang, termasuk teman seperjuangan Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang berjuang saat merebut dan memperjuangkan kemerdekaan.

“Salah satunya saudara beliau, TGH Muhammad Faisal Abdul Madjid bersama rekan seperjuangannya yang lain. Dan itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Taman Makam Pahlawan yang ada di Selong yang saat itu meninggal karena ditembak oleh pasukan penjajah pada saat itu,” ujar Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi itu.

Oleh sebab itu, ia berharap kepada semua pihak untuk mendukung terwujudnya museum mini tersebut, baik dukungan moril maupun material, karena keberadaan museum mini ini, selain menjadi referensi generasi muda masa depan, juga menjadi ikon sekaligus identitas Lombok Timur yang membanggakan. 

“Poin pentingnya dalam konteks kepariwisataan, selain menjadi destinasi pariwisata, juga sebagai aset daerah yang bisa mendatang wisatawan untuk wisata religi. Semoga Museum Mini ini segera terwujud,” harapnya.

Buku Dakwah Nusantara TGB Tampilkan Pesan "Islam Rahmatan"

By On Januari 16, 2021

NAWAcita.net - Doktor TGH Muhammad Zainul Majdi atau kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) resmi meluncurkan Buku "Dakwah Nusantara Tuan Guru Bajang-Islam Wasathiyah" Vol 1 di Ballroom Islamic Center, Mataram, Sabtu 16 Januari 2021.


Buku yang menampilkan pesan "Islam rahmatan lil alamin", merajut persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjaga adab di ruang publik menjadi ciri khas dakwah Ketua Organisasi Islam Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu.


Peluncuran buka Cucu Pendiri Nahdlatul Wathan Almaghfurlah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini mendapat sambutan hangat dari sahabat dan sejawat TGB dari berbagai tempat, ada Kepala Badan Nasional  Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.


Selain itu, sambutan hangat juga datang dari Pengasuh Ponpes Al Hidayat Lasem KH Zaim Ahmad yang merupakan cucu KH Ma'shum Lasem sahabat dari Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, kemudian Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Yogyakarta KH Aly Aulia, Rektor IAIN Madura Dr Muhammad Kosim, serta Pengasuh Ponpes Al Aziziyah Jombang, KH Muiz Aziz yang juga cicit dari KH Bisri Syansuri.


Kiyai Zaim dalam sambutannya mengatakan, pesan-pesan dakwah yang disampaikan TGB kuat dengan nilai wasathiyah, di Nahdlatul Ulama biasa dikenal tawasuth, tasamuh, dan tawazun.


"Saya memang belum sepenuhnya membaca buku itu. Tapi sosok dari TGB yang saya kenal adalah pendakwah yang menyampaikan nilai Islam yang ramah," katanya seraya menuturkan, "Saya dengan TGB memiliki hubungan panjang, kakek kami bersahabat," sambungnya.


Sementara itu, KH Aly Aulia menyebut, dakwah-dakwah dari TGB memang layak untuk dibukukan. Pesan yang disampaikan dalam setiap dakwahnya layak disebarluaskan.


"Beberapa waktu lalu kami sudah mengundang beliau. Selain ke sekolah, beliau berjumpa dengan KH Syafii Maarif di kediamannya. Disana TGB juga diminta memberi ceramah di masjid Nogososro," ucapnya seraya menyampaikan, "Ini menunjukkan kuatnya pesan-pesan dakwah dari TGB," tandasnya.


Penyampaian virtual ditutup oleh Komjen Pol Boy Rafli Amar. Jendral bintang tiga ini mengapresiasi undangan peluncuran dan bedah buku dari TGB. Ia menyebutkan, perjalanan Dakwah Nusantara tergambar di dalam buku ini,  mulai dari pondok pesantren, universitas, dan organisasi masyarakat lintas agama.


"Di dalam dakwah beliau menyambung silaturahmi, menguatkan persatuan dan persatuan. Dan terus mengingatkan menjaga adab di ruang publik," katanya.


Boy yang beberapa waktu berjumpa TGB berharap buku ini disebarluaskan di masyarakat khususnya generasi muda. Pesan selain harus berilmu dan memiliki keluhuran ahlak merupakan pesan kuat.


"Selamat atas diluncurkannya buku ini. Terima kasih atas segala kiprah dan dedikasi yang diberikan oleh TGB bagi bangsa dan negara," tambahnya.


Pada acara yang menghadirkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB mulai Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda NTB Irjen Moh Iqbal, serta Danrem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani turut memberi kesempatan kepada Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB Prof Masnun Tahir dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Dr Falahuddin.


Prof Masnun menyebut, buku ini telah menunjukkan jika sesungguhnya TGB HM Zainul Majdi bukan hanya milik Nahdlatul Wathan dan NTB semata, TGB merupakan milik Indonesia. "Ini catatan-catatan yang menunjukkan kiprah dakwah dari TGB," katanya.


Sudah sepatutnya, sambung guru besar UIN Mataram ini, sebanyak mungkin disebarkan kepada masyarakat luas mengenai Dakwah Nusantara TGB. "Ada Pak Irzani ini, kalau hizib dicetak 10 ribu dan disebarkan. Buku ini juga begitu Pak Irzani disebarkan sebanyak mungkin," ucapanya.


Penyampaian dari Prof Masnun ini diaminkan oleh Dr Falahuddin, setelah buku ini diluncurkan dari Muhammadiyah bersedia untuk membedahnya. "Ini akan kita sampaikan ke pengurus pusat," ucapnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap lahirnya buku itu dapat memberikan inspirasi bukan hanya bagi masyarakat NTB saja, tetapi juga Indonesia dan dunia. 


Buku ini dihajatkan agar masyarakat bisa mengambil isi dari dakwah TGB tidak hanya hadir pada saat beliau dakwah, tetapi seluruh masyarakat juga bisa membaca buku ini dan juga dari generasi ke generasi. "Insya Allah akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar,” katanya.



Di penghujung acara, TGB HM Zainul Majdi memberikan kata sambutan sekaligus meluncurkan buku, TGB memulai dari kisah dimulainya Dakwah Nusantara. Saat undangan berdatangan, ia masih menjadi Gubernur NTB. Saat itu, belum terpikir memenuhi undangan.


"Sampai Ummi saya menyampaikan, penuhi saja. Dan ternyata benar, seandainya saat itu tidak saya mulai. Berturut-turut ada gempa dan pandemi Covid, kalau saat itu tidak dimulai, tentu belum bisa berkeliling Nusantara sampai saat ini," katanya.


Dengan berkeliling saat Dakwah Nusantara, TGB merasakan keragaman di Indonesia, berjumpa banyak tokoh yang jauh dari publikasi namun setia menjaga warga. Potensi-potensi besar Indonesia begitu luar biasa ketika melihat di semua sudut.


"Tentu saja ini bukan karena saya sendiri. Ada sahabat-sahabat saya yang menemani, inilah kolaborasi. Tanpa sahabat-sahabat saya tentu Dakwah Nusantara tidak terjadi," sambungnya.

 

Gubernur NTB periode 2008-2018 ini melanjutkan, dengan berkeliling Indonesia, ia membuktikan Islam datang tidak di ruang hampa. Islam datang ke tempat yang sudah mapan budaya lokal bahkan umur peradabannya jauh lebih tua. Islam jadi pendatang dan  tugasnya adalah menyirami kebaikan yang sudah tumbuh. 


"Seperti inilah Islam ajaran nabi kita, selalu mengapresiasi kebaikan," tandasnya seraya mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan Buku Dakwah Nusantara Tuan Guru Bajang-Islam Wasathiyah seri pertama," ucapnya.

Besok, Buku Dakwah Nusantara TGB Diluncurkan

By On Januari 15, 2021

NAWAcita.net - Sisi Dakwah Nusantara TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang tak banyak diketahui publik. Besok, buku perjalanan dakwah ini akan diluncurkan di Ballroom Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/01/2021). 


Peluncuran menggunakan online dan offline. Untuk agenda online, ada sambutan dari sejawat dan sahabat TGB, diantaranya Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafly Amar, MA., Pengasuh Ponpes Al-Hidayat dan Ponpes Kauman Lasem Rembang KH. Zaim Ahmad, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta KH. Aly Aulia, Lc., M.Hum., Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag., dan Pengasuh Ponpes Al-Aziziyah Denanyar Jombang KH Abdul Muiz Aziz.

Pada acara ini juga akan hadir secara langsung Forkopimda NTB dan Bupati/Wali Kota Se-Pulau Lombok, serta para tokoh dan sepuh Nusa Tenggara Barat.

Penanggung Jawab Penerbitan Buku Dakwah Nusantara-Islam Wasathiyah  Hidayat Nur Utomo mengatakan, peluncurkan ini merupakan buku jilid pertama kumpulan dari perjalanan dakwah TGB di pondok pesantren, kampus, dan banyak lagi.

"Nanti ada jilid-jilid berikutnya. Buku ini supaya dibaca luas, masyarakat menjadi tahu seperti apa perjalanan dakwah TGB," katanya.

Sementara itu, penulis Buku Dakwah Nusantara TGB Febrian Putra mengungkapkan, buku ini sebagai upaya mensyiarkan dan membumikan Islam Wasathiyah, moderasi beragama, dan pemikiran-pemikiran Tuan Guru Bajang tentang keislaman dan kebangsaan.

"TGB adalah Tokoh Nasional bukan lagi hanya milik orang NW ataupun orang Lombok namun kini beliau merupakan milik semua. Dari berbagai kelompok, etnis, suku dan agama sangat menerima beliau sebagai Ulama dan Tokoh Bangsa", ujarnya di sela-sela diskusi bersama Tim Launching Buku Dakwah Nusantara TGB beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Dr Halqi menegaskan, peluncuran buku ini rencananya akan menghadirkan peserta terbatas sebanyak 100 orang dengan mengatur jarak, memakai masker sesuai standar protokoler covid 19.

"Kita minta nanti dari panitia ketat untuk memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

"Acara ini akan disiarkan langsung melalui YouTube dan FB: NW Media Center dan Radio Hamzanwadi," sambungnya.

Kerja Sama STIP, Universitas Hamanwadi Kelola Zona Timur

By On Januari 14, 2021

N


AWAcita.net -
Pusat Kerja sama dan Humas (PKH) Universitas Hamzanwadi terus bergerak untuk membangun kerja sama dengan berbagai instasi pemerintah dan lembaga lain termasuk perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. 


"Hari ini, kita bertemu kembali dengan pihak Science Technology and Industrial Park (STIP) NTB guna membahas tindaklanjut perjanjian kerja sama (PKS) yang telah dirinitis sejak tahun lalu," ujar Direktur PKH Universitas Hamzanwadi Dr. Muhammad Halqi, Kamis (14/01/2021).


Disebutkan, kerja sama dengan berbagai pihak ini dilakukan dalam rangka ikhtiar membangun bangsa dan negara. Perguruan tinggi sebagai pencetak generasi cerdas dan berwawasan tidak hanya dalam konteka akademik tapi penelitian dan pengabdian.


"Tiga hal itulah yang dikenal dalam perguruan tingga dengan istilah tri darma perguruan tinggi. Jadi, Universitas Hamzanwadi dengan berbagai program studi terus membangun kerja sama sebagai bentuk pengabdian," ulasnya.


Beberapa catatan hasil diskusi pembahasan PKS adalah objek dan ruang lingkup perjanjian kerja sama yang akan dilakukan antara pihak STIP dengan Universitas Hamzanwadi hari ini ada beberapa poin.


"Pertama, kerjasama dalam hal penyediaan akses dan fasilitasi kepada pelaku usaha sebagai tempat magang dan tempat praktek sekaligus sebagai narasumber dan mentor," ujarnya.


Selanjutnya kata Halqi, kerjasama dalam rangka pengembangan keterampilan kewirausahaaan mahasiswa melalui penyelengggaraan mata kuliah yang berorientasi melahirkan perusahaan rintisan.


Selain itu, kerjasama dalam rangka pemanfaatan fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada untuk kegiatan magang kerja dan usaha mahasiswa,  khususnya fasilitas dan sarana prasarana yang ada pada STIP NTB.


"Terakhir, kita kerjasama dalam kegiatan lainnya yang disetujui dan saling menguntungkan di bidang pengembangan keterampilan kewirausahaan," terang doktor managemen pendidikan itu.


Sementara dari pihak STIP kata dia, akan membagi wilayah kerja sama menjadi 3 zona yakni, zona barat, zona timur, dan zona Sumbawa untuk menangani berbagai kegiatan tersebut. 


"Jadi, Universitas Hamzanwadi akan menangani zona timur sebagai pusat kegiatan dalam kerja sama dengan STIP ini. Kita berharap semua program ini sukses demi NTB Gemilang," pungkasnya.

Business Idea Competition 2021, Prodi Matematika Raih Juara

By On Januari 11, 2021

NAWAcita.net - Sejumah prestasi diraih mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Kali ini prestasi diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Sucita Annisa Belia Istiqomah yang kini masuk semester IV.  


Mahasiswi cantik yang biasa disapa Ici ini pada tahun 2020 lalu memenangkan Kompetisi Genre Awards yang bertempat di BKKBN dalam Lomba Pusat Informasi Konsling Bercerita memperebutkan best speaker, dan berhasil meraih gelar "Best Speaker" yang diadakan Forum GenRe Indonesia NTB.

Semangat gadis cantik kelahiran Pancor 14 November 2000 itu terus dipupuk untuk mengasah kemampuannya hingga akhirnya tahun 2021 ini, ia kembali memenangkan lomba Business Idea Competition 2021 yang diadakan BEM Universitas Hamzanwadi yang diikuti seluruh mahasiswa se-NTB.

Brand produk yang diajukan saat mengikuti lomba ia beri nama 'Mbak Cantik' yang bergelut di bidang kuliner. Sementara produknya bernama Lumbastik yaitu makanan ringan berupa lumpia, kebab dan stik.

Disebutkan, motivasi terbesar mengikuti kompetisi tersebut adalah ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga bisa berbinis sambil kuliah sehingga begitu selesai dari kampus sudah siap bersaing di dunia kerja. 

Bisnisnya ini sudah berjalan selama 6 dan kompetisi ini merupakan kesempatan untuk menguji kualitas produk dan sharing idea untuk strategi pemasaran dari dosen pembimbing maupun dari dewan juri. 

Dia berharap kampus Universitas Hamzanwadi bisa membuat even setiap libur semester dengan melibatkan semua mahasiswa untuk belajar berbisnis dan berani terjun ke dunia wirausaha.

Menurutnya, keuntungan dari berbisnis bukan hanya tentang uang, namun juga bisa memiliki banyak pengalaman yang tak bisa dibeli dengan uang.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Matematika Dr Sri Supiyati mengapresiasi prestasi mahasiswanya. Ia tidak menyangka kalau bisa memenangkan lomba karena banya ide kreatif mahasiswa lainnya yang mengikuti lomba.

"Ke depan, kita akan melakukan identifikasi potensi mahasiswa untuk dilakukan pembinaan, tidak hanya dalam konteks bisnis tapi semua bidang untuk bisa bersaing di dunia kerja nanti setelah jadi sarjana," ungkapnya.

Kolaborasi Museum NTB, Dr Musifuddin Sebut Pentingnya Space untuk Pahlawan

By On Januari 08, 2021

NAWAcita.net - Universitas Hamzanwadi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Museum Negeri NTB yang dirangkai dengan kuliah umum dengan narasumber Kepala Museum NTB.

Dr H Musifuddin (kanan) saat kuliah umum

Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi Dr H Musifuddin dalam sambutannya menyampaikan sekilas perjalanan Universitas Hamzanwadi yang sebelumnya bernama STKIP Hamzawadi Selong sebagai perguruan tinggi swasta dengan berbagai prestasi.


"Sekarang ini Universitas Hamzanwadi memiliki ribuan mahasiswa dan telah membuka berbagai jurusan baru yang siap menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global," ulasnya saat membuka acara, Kamis (07/01/2021).


Kaitannya dengan museum di NTB, ia melihat banyak cagar budaya yang berada di NTB belum terdokumentasi dengan baik bila dibandingkan dengan luar daerah yang sudah memiliki pengelolaan dan dokumentasi yang bagus.


"Untuk itu perlu ada sinergi antara museum dengan perguruan tinggi sehingga cagar budaya yang berada di NTB bisa terdokumentasi dengan baik," ucapnya.


Memang museum tidak hanya sebagai tempat benda-benda bersejarah akan tetapi sebagai tempat untuk mengingatkan generasi muda tentang perjuangan para pahlawan. 


"Untuk itu perlu ada space atau ruang untuk pahlawan nasional yaitu Maulana Syeikh yang merupakan satu satunya pahlawan yang diakui oleh pemerintah dari NTB," sarannya.


Ia juga menyebutkan, museum merupakan istrumen untuk meneropong masa lalu dan masa depan sehingga perlu kerja sama antara perguruan tinggi dengan museum sangat penting. 


"Sinergi dan berkolaborasi bersama dalam pameran bersama menjadi satu agenda penting untuk memberikan informasi bagi publik," papar doktor jebolan UNJ itu.


Oleh sebab itu kedepan ia melihat perlu ada museum inklusif di sekitar yayasan untuk bisa mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional guna memberikan semangat perjuangan pada generasi sehingga anak muda sekarang tidak membangun persepsi yang keliru terhadap perjuangan pahlawan.


Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB Bunyamin, SS. MM menjelaskan fungsi dari museum sebagai pelestarian benda benda bersejarah yang ada.


Ia juga menegaskan, sejarah Lombok yang ada di dalam babad Lombok tidak bisa dijadikan sumber sejarah Lombok karena Babad Lombok bisa terdiri dari 8 versi cerita yang berbeda. 


Dengan demikian, sejarah Lombok itu ada link yang hilang yaitu sumber yang valid. Namun demikian, Museum NTB menyimpan sekitar 1300 naskah kuno dan sebagian besar naskah tersebut membahas mengenai Islam, filsafat, dan nasihat.


Adapun kendala yang dihadapi adalah kekurangan tenaga yang dimiliki oleh museum untuk itu dengan kerjasama dengan perguruan tinggi bisa menambah khasanah koleksi museum dan sejarah Lombok


Diakui, space pahlawan nasional di museum sudah lama direncanakan. Oleh sebab itu ia berharap melalui kerjasama dengan Universitas Hamzanwadi bisa terealisasi.


Ia juga sepakat dengan museum inklusif di sekitar yayasan dan perlu melibatkan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) dan pihak museum memback up untuk membantu registrasi dan pengelolaan seperti museum di Bima yang merupakan museum inisiasi masyarakat.