Nawacita News
Nawacita News

Pilkada Kubu Raya, Petahana Harus Berani Duet Dengan Madura dan Dayak

 

Jakarta – Kekuatan Petahana dalam pilkada Kabupaten Kubu Raya masih tinggi. Sebab popularitas dan elektabitasnya diatas kandidat lainnya. Meski mantan Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Sujiwo bersama mantan bupati pertama, Muda Mahendrawan maju dalam perhelatan itu.

 

Meski demikian, majunya dua tokoh Poltik Kubu Raya ini harus diwaspadai. Karena tidak menutup kemungkinan bisa menggerus suara sang petahana H Rusman Ali, bila salah memilih pasangan. Sebab kelompok melayu dan Jawa sudah terkonfensi dalam satu lingkaran yang tak bisa di hindarkan.

 

Demikian hal itu dikatakan Pengamat Politik Masykurudin Hafidz, saat berbincang dengan media di Jakarta.
“Jadi mau tudak mau H. Rusman Ali, harus bisa membuat peta baru dengan merangkul para pendatang di luar suku melayu, seperti madura dan Dayak. Karena tidak tertutup kemungkinan para penduduk asal jawa akan mendukung Sujiwo,” ungkapnya di Jakarta, Sabtu (30/9/2017)

 

Menurutnya dalam Pilkada Kubu Raya banyak nama yang bermunculan dan dikabarkan akan maju pada pesta demokrasi. Bahkan, beberapa tokoh juga sudah mulai bergerak mengambil hati masyarakat. Prediksi dan berhasrat bertarung dalam Pilkada Kubu Raya 2018, diantaranya, Petahanan H Rusman Ali, Werry Syahrial, Mansur, Frans Randus dan Cornelis Kimha.

 

“Selain beberapa nama tokoh di atas, ada beberapa nama  diprediksi yang belum melakukan sosialisasi secara terang-terangan. Namun sudah santer dikabarkan berminat untuk bertarung dalam Pilkada memperebutkan kursi KR 1 dan KR 2,” jelasnya.

 

Untuk memenangkan pertarungan dalam Pilkada Kubu Raya, kata Mantan Koordinator JPPR ini mengatakan,  H Rusman Ali harus berani mengusung tokoh asal Madura. Dari beberapa tokoh madura yang serius dan siap dalam berkonpentisi kemungkinan hanya Mansur.

Baca Juga  Wartawan Senior Kecewa Dengan Kinerja KPUD Kota Bekasi

 

“Mansur sosok pengusaha muda yg luas jaringan dan sukses dalam menjalankan bisnisnya. Itu terlihat dengan istrinya menjadi dewan KKR dan abang Iparnya dewan KKR juga. Itu bagus dilakukan, dari pada pertahanan melakukan penjajakan untuk mencari pasangan calon ke sana sini yang banyak menguras energi,” jelasnya.

 

Alasan Mansur, menurutnya, selain tokoh yang sukses, dia juga di dukung Partai Gerindra. Bila dikalkulasi hitungan kesukuan antara melayu dan madura sama sama 30%. Jadi tidak tertutup kungkinan suara 60% kemenangan akan diraih kembali oleh Petahana.

 

Sementara itu, pengamat dari Voxdei Center, Hermawan menilai, selain tokoh madura juga sang petahana bisa mengusung tokoh Dayak seperti Frans Randus dan Cornelis Kimha.

 

“Hal itu sangat relevan, mengingat kedua suku antara Madura dan Dayak mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mempetakan suara saat pilkada berlangsung,” tandasnya. (Bie)

  Bandung – Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU Provinsi, Pemilihan Gubernur dan […]

  Jakarta – Rezim Joko Widodo (Jokowi) telah melenceng dari ajaran pendiri bangsa dan tujuan […]

  Bekasi – Untuk memeriahkan semarak pesta demokrasi Tanggal 27 Juni 2018, Komunitas Jaringan Suara […]

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi BEKASI –  Menjelang Pemilihan Calon Walikota […]

Kunjungan Kerja Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali, Wakil Ketua Komisi II DPR RI […]