Nawacita News
Nawacita News

Diduga Korupsi 33 Miliar, Kejagung Diminta Jangan Main Mata Dengan Pejabat Tebo

 

Jakarta – Ratusan massa yang menamakan dirinya Ormas Repelita Tebo mendesak Kejagung RI melanjutkan kasus korupsi di Kab. Tebo yang merugikan keuangan negara sekitar 33 miliar.

 

Hal itu disampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejagung RI di Jakarta, Senin (09/10) pagi tadi. Massa mendesak penuntasan kasus korupsi paket proyek aspal jalan 21 paket 10 dan paket 11 Muara Niro-Muara Tabun tahun 2011- 2013 yang merugikan keuangan negara berdasarkan  perhitungan audit BPKP Jambi.

“Kami minta Kejagung RI dan Jamwas memeriksa jaksa penuntut umum yang menangani kasus korupsi proyek di Tebo yang merugikan uang negara sebesar 33 miliar”ungkap salah satu Pendemo asal Kab. Tebo – Jambi

 

Massa menilai hanya kasus sebatas Kabid Bina Marga Dinas PU Kab. Tebo, masih ada tersangka lain yang belum diproses lagi. Cukup terkesan kejagung tebang pilih dan tidak serius.

“Jangan hanya Kabidnya saja yang di tuntutnya tersangka lainnya tidak ditindaklanjuti,” demikian dalam pers rilis Ormas Repelita didepan terbangun media di Jakarta.

 

Ada 9 gurunya yang disampaikan dihadapan Kejagung RI, antara lain:

 

1.Telah adanya terpidana Korupsi APBD Tebo Atas Nama Joko Paryadi, ST, mempertanyakan dan meminta segera ke Kejagung RI untuk proses pengembalian kerugian sebesar Rp. 33.841.790.061,30 secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat Tebo.

2.Menuntut Kejagung RI segera mengambil tindakan hukum pencikapi kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap koruptor maupun yang terlibat dalam kerugian negara yang terjadi di Kabupaten Tebo.

 

3.Menuntut Kejagung RI segera terbentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan, Ada oknum yang sengaja yang semoga ini, agar prosesnya perkara terhadap tersangka yang sudah di tetapkan maupun di duga tersangka tidak sama-sama.

4.Menerapkan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan dengan
tetap konsisten terhadap setiap orang yang di duga melakukan tindak pidana korupsi dan juga tindak pidana pencucian uang yang tidak ditindak lanjuti sebagai mana mestinya oleh kejaksaan agung RI.

 

Baca Juga  Pejabat Jangan Takut, Tindak Tegas Oknum Wartawan Yang Melakukan Pemerasan

5.Segera memanggil dan memeriksa oknum panitia/pokja pengadaan barang/jasa
perkerjaan konstruksi bidang bina marga pada dinas PU Tebo tahun anggaran 2013 dan penanda tanggan kontrak induk, serta yang terkait di dalamnya.

 

6. Memanggil dan memeriksa siapapun yang terduga maupun terlibat dalam kegiatan pelaksanaan maupun yang sudah ditetapkan tersangka.

7.Dalam hal ini diduga adanya konspirasi jahat antara pelaku dan penguasa sehingga korupsi yang terjadi terstruktur dengan baik.

 

8.Agar semua pihak berwenang yang terkait dengan yang menangani proses hukum laporan warga terhadap laporan perbuatan tidak menyenangkan oleh akun media sosial atas nama Sukandar Vahre,  sesuai laporan polisi Nomor : LP/B-134/VIII/2017/Jambi/Tebo.SPKT.

 

9.Indikasi pembangunan tidak merata hanya terfokus di kecamatan Rimbo Bujang dan kami minta kejagung RI mengawasi habis anggaran TA. 2018

 

Gurita korupsi di Kabupaten Tebo sangat hebat bahkan Ketua DPRD, Bupati dan Kontraktor sudah bermain lama dengan Sukandar dan saudaranya sama seperti Propinsi  Banten yang mana Gubernurnya Ratu Atur tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Masyarakat Tebo tidak hanya meminta Kejaksaan Agung yang mengelesaikan kasus ini cepat di selesaikan, tapi juga Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Tebo. Bie

  Jawa Barat -Ketiga partai yang tergabung dalam Koalisi Pancasila masih membuka diri bagi partai […]

  Jawa Timur – Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian, tidak hanya untuk lingkup […]

  Jakarta – Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan pembahasan soal rekomendasi penonaktifan Setya Novanto […]

Presiden Jokowi Bersama Ketua Umum Pro Jokowi Razali ismail Ubit  ( tengah ) Jawa Tengah – […]

  Jakarta – Kekuatan Petahana dalam pilkada Kabupaten Kubu Raya masih tinggi. Sebab popularitas dan […]