Nawacita News
Nawacita News

Jefry Pelt Akui Ratusan Rekening Sekolah-sekolah Tanpa SK Walikota di Bank NTT

Kota Kupang– Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang, Jefry Pelt, mengakui adanya penempatan ratusan rekening dari Dinas PPO Kota Kupang, yang tidak mengantongi Surat Keputusan (SK) Walikota Kupang sebelumnya, Yonas Salean, pada tahun anggaran 2016.

Jefry yang dikonfirmasi media ini sebelumnya mengatakan, untuk rekening kas pemerintah daerah kota kupang sudah ditutup pasca BPK RI merekomendasikan agar menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kalau untuk rekening pemerintah di Bank NTT yang tidak ada SK sesuai dengan temuan BPK, kami sudah melakukan penutupan rekening yang dimaksud.

Setahu saya pada rekening-rekening sekolah yang sumber dananya berasal dari dana BOS, itu yang belum dilakukan penutupan rekening”, ungkapnya.
Dijelaskan dalam hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, untuk keperluan penerimaan dan pengeluaran kas, maka Pemerintah Kota Kupang menerbitkan Keputusan Walikota Nomor 13A/KEP/HK/2016 pada tanggal 4 Januari 2016 tentang Pembukaan Rekening SKPD Lingkup Pemerintah Kota Kupang.
Dalam Keputusan Walikota tersebut diatur ketentuan antara lain, 1) pembukaan rekening dilakukan pada Bank NTT Capem Walikota; 2) disimpan dalam bentu Giro dengan nama seperti terlampir dalam Keputusan Walikota; dan 3) kewajiban dari Bank NTT Capem Walikota untuk memberitahukan secara tertulis besarnya jasa giro setiap rekening yang diberlakukan setiap bulan, untuk kemudian dialihkan ke Rekening Walikota Madya Kupang (Rutin) PAD No. Rek. 020.01.06.0000029.
Dalam Lampiran Keputusan Walikota kupang, dengan No. 13A/KEP/HK/2016 disebutkan terdapat 85 Rekening yang terdiri dari Rekening BUD, SKPD (Dinas, Kantor, Badan, Kecamatan), dan sekolah (SMP, SMA, Sanggar dan TK).

Dari Bank NTT Capem Walikota untuk memberitahukan secara tertulis besarnya jasa giro setiap rekening yang diberlakukan setiap bulan, untuk kemudian dialihkan ke Rekening Walikota Madya Kupang (Rutin) PAD No. Rek. 020.01.06.0000029.

Baca Juga  Bayi Babi di Cina Mirip Manusia

Dalam Lampiran Keputusan Walikota No. 13A/KEP/HK/2016 disebutkan terdapat 85 Rekening yang terdiri dari Rekening BUD, SKPD (Dinas, Kantor, Badan, Kecamatan), dan sekolah (SMP, SMA, Sanggar dan TK). Hasil konfirmasi kepada Bank NTT atas kepemilikan rekening Pemerintah Kota Kupang di Bank NTT diketahui bahwa terdapat 127 rekening giro dan 370 rekening tabungan atas nama Pemerintah Kota Kupang yaitu 47 rekening giro di Bank NTT Cabang Utama dan 80 Rekening Giro serta 370 Rekening dalam bentuk tabungan di Bank NTT Cabang Pembantu.

Jumlah tersebut termasuk rekening yang dikelola oleh sekolah swasta (SD dan SMP sederajat), SMA dan yang sederajat, serta beberapa rekening unit kerja Pemerintah Pusat, seperti Kantor Pertanahan, KPU, dan Panwaslu/Bawaslu.

Hasil identifikasi terkait kepemilikan rekening selain rekening Sekolah dan Pemerintah Pusat tersebut diketahui bahwa sebanyak 366 rekening tidak terdaftar dalam Keputusan Walikota dengan jumlah kas tunai yang masih tersisa per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp6.718.631.225,86.

BPK merekomendasikan kepada Walikota kupang, untuk menindaklanjuti temuan tersebut, karena dengan penempatan 366 rekening tanpa SK Walikota tersebut berpeluang disalahgunakan.(*Erik)

Ketua Relawan Indonesia  Muda Lutfi Nasution Jakarta – Kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di […]

Relawan Indonesia Muda Saat Aksi Reunian 212 di Monas  Bekasi – Menyambut Pileg dan Pilpres […]

Opini Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Berulangkali saya dapat pertanyaan: pilpres 2019, siapa […]

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Soleman, S.E didampingi Koordinator Nasional Pro Jokowi Indonesia, Razali Ismail […]

  Makassar, Berawal dari sebuah pengabdian yang tulus untuk terjung ke dunia politik setelah lama […]