Nawacita News
Nawacita News

Pencemaran Limbah Minyak di Pulau Seribu Melanggar UU 32 Tahun 2009

 

Jakarta –  KAWALI (kawal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Menyikapi adanya dugaan pencemaran limbah Minyak atau Pek di kepulauan seribu oleh kapal pengangkut/pengeboran (migas) lepas pantai.

Pencemaran limbah Minyak ini diduga di sebabkan adanya kebocoran pipa kilang minyak yang ada disebelah timur (Kepulauan seribu utara, nyaris diperbatasan) atau oleh kapal pengangkut minyak di kepulauan seribu.

KAWALI menghimbau kepada pemerintah dan pari stake holder terkait hal ini untuk menyikapi terjadinya pencemaran yang sudah sering terulang di kepulauan seribu, KAWALI dan warga kepulauan seribu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera menindak tegas dan memberikan sangsi kepada perusahaan pelaku pemcemaran tersebut.

Dampak pencemaran minyak ini tentunya merusak kondisi ekosistem lingkungan laut terdampak di kepulauan seribu, pencemaran ini tentunya di keluhkan oleh masyarakat nelayan dan petani rumput laut di pulau pari, karna berdampak pula terhadap ekonomi masyarakat sekitar terutama pembudidaya rumput laut yang dapat mengakibatkan gagal panen.

UU RI No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
PP RI No.20 tahun 1990 tentang pengendalian pencemaran air.
PP RI No. 18 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
PP RI No.19 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara dan/atau perusakan laut
PP RI no. 27 tahun 1999 tentang amdal

Tegakan Peraturan dan berikan sangsi tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan berdasarkan pasal 90 ayat (1) UU 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah berwenang meminta ganti rugi pada pelaku pencemaran.

Merujuk Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 13/2011, nilai ganti rugi itu dapat dihitung dari akumulasi biaya pemulihan lingkungan, karna adanya kerugian ekosistem, serta kerugian masyarakat terdampak, terutama atas aset dan kesehatan pribadi masyarakat terdampak

Baca Juga  Nabung Ingin Aman, Tapi Kebobolan Sisa Rp.61 Ribu Indah Terkejut

Dampak Ekosistem laut yg di sebabkan oleh tumpahan minyak terhadap organisme perairan mengakibatkan akan terganggunya proses kehidupan organisme laut. Secara fisika & kimia, kehadiran minyak mnggangu proses sel ataupun subsel pada tubuh organisme hingga besar kemungkinan terjadinya kematian.     Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa beracun dlm komponen minyak, jga senyawa beracun yg terbentuk dari proses biodegradasi. Penurunan populasi alga dan protozoa akibat kontak dengan racun slick (lapisan minyak di permukaan air). Jika jumlah fitoplankton menurun,maka populasi ikan, udang, dan kerang juga akan menurun.

Terumbu karang juga akan mengalami efek letal dan subletal oleh kehadiran minyak dilaut, komponen yang mengendap akan menutupi permukaan karang sehingga secara langsung menyebabkan kematian atau secara tidak langsung mengganggu proses rerspirasi dan fotosintesa hewan zoozenthela pada karang hingga meyebabkan kematian dalam jumlah besar. Red

 

Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Gak habis pikir! Semua aktifitas negara ini didominasi […]

Jakarta –  Sekjen Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, Cahyo Gani Saputro mengapresiasi langkah […]

Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Asyik… Tol Trans Jawa sudah jadi. Lebaran bisa […]

Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Menang! Itulah tujuan debat pilpres. Benarkah? Secara pragmatis, […]

Surabaya – Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jawa Timur menggelar acara Dies Natalis ke-60 […]