Nawacita News
Nawacita News

Aktivis Jaringam 98 Minta Jokowi tidak Capres ini Alasannya?

Jakarta – Juru bicara Jaringan ’98 Ricky Tamba menghimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan niatnya kembali mengajukan diri sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019 yang akan datang. Jokowi, jelas Ricky, tidak akan mampu mengulang sukses memenangkan Pilpres tahun depan seperti tahun 2014 lalu.

“Kalaupun Pak Jokowi masih maju, saya tidak yakin juga kan menang menghadapi siapapun penantang dia dalam Pilpres yang akan datang,” katanya.

Ia memprediksi kekalahan Jokowi di Pilpres tahun 2019 lebih disebabkan oleh pemerintahan Jokowi telah gagal meningkatkan taraf hidup masyarakat dan banyak program kerja pemerintah yang tidak pro pada kepentingan rakyat banyak.

Berbicara di Majelis Reboan yang digelar oleh Indonesian Democracy Monitor (Indemo) dengan tajuk “20 Tahun Reformasi dan Arah Gerakan Pro Demokrasi Indonesia” di Metro Pasar Baru, Krekot Bunder, Jakarta Pusat, Rabu (2/5) lalu, Ricky menilai Presiden Jokowi juga terbukti tidak bisa mengatasi persoalan ekonomi rakyat yang saat ini sudah semakin parah.

Ia menambahkan, alih-alih meningkatkan traf hidup masyarakat, Presiden Jokowi justru melempar isu-isu yang menutupi kegagalannya seperti melempar isu bisa kalajengking untuk mengalihkan keproihatinan rakyat.

“Racun kalajengking ini merupakan salah satu antisipasi meredakan keresahan masyarakat yang telah mencap Jokowi-JK gagal mensejahterakan rakyat. Ini adalah bentuk kepanikan beliau untuk mengalihkan isu kegagalan,” ujarnya.

Disisi lain, Pengamat Politik UIN Syarief Hidayatulah Pangi Syarwi Chaniago mengkritik pidato Presiden yang terkait mahalnya harga jual bisa kalajengking. Menurut Pangi, jika maksud presiden ingin mencari lelucon dengan mengangkat tema bisa Kalajengking, maka hal itu tidak pada tempatnya.

“Presiden ini ikon sebagai kepala negara dan bangsa, nggak perlu menampakkan lelocon politik. Presiden nggak usah humoris-humoris, sekarang rakyat butuh solusi hidup, soal perut rakyat yang kosong, rakyat nggak butuh humoris presiden apalagi lelocon politik,” ujarnya.

Baca Juga  Paket Sasando Komit Membangun Bersama Masyarakat Landuleko.

Sebagaimana diketahui, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) di Jakarta, Presiden Jokowi sempat menyebutkan bahwa harga komoditas dunia yang paling mahal saat ini adalah bisa kalajengking. Jokowi bahkan menyebut harga satu liter bisa kalajengking bisa berharga milyaran rupiah.

“Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca, komoditas yang paling mahal di dunia sekarang ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking.” ujar Jokowi.

Pangi menyebutkan, ucapan Presiden seperti itu tidak seharusnya disampaikan disaat ekonomi yang kian melesu dan nilai tukar rupiah yang kian tak terkendali.

“Bukan nyuruh kepala daerah panen scorpion (racun kalajengkeng). Masyarakat butuh pembicaraan yang penting yang bersentuhan dengan perut rakyat langsung,” tukasnya. Red

  Bandung – Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU Provinsi, Pemilihan Gubernur dan […]

  Jakarta – Rezim Joko Widodo (Jokowi) telah melenceng dari ajaran pendiri bangsa dan tujuan […]

  Bekasi – Untuk memeriahkan semarak pesta demokrasi Tanggal 27 Juni 2018, Komunitas Jaringan Suara […]

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi BEKASI –  Menjelang Pemilihan Calon Walikota […]

Kunjungan Kerja Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali, Wakil Ketua Komisi II DPR RI […]