Nawacita News
Nawacita News

Rizal Ramli: Pemerintah Cenderung Otoritarian

Relawan Melati Putih Indonesia (MPI) menggelar talkshow yang bertajuk “Menuju Indonesia Baru

Jakarta- Relawan Melati Putih Indonesia (MPI) menggelar talkshow yang bertajuk “Menuju Indonesia Baru”, yang dihadiri oleh Ferry Juliantono, wakil direktur relawan BPN Prabowo-Sandi, serta para Ketua Umum relawan antara lain, Muhardi Kemal (Jaringan Pribumi Indonesia), Lutfi Nasution (Indonesia Muda), Buni Yani (Simpul Buni Yani), Lieus Kharisma (Rumah Aspirasi), Iwan (Sandi Uno Community), Willy (Pemuda Pribumi), Irawati Moerid (Srikandi Japri), Ferry (Paguyuban Rumah Pribumi), Dewi (B’PAS), dan lebih kurang 300 peserta yang didominasi oleh emak-emak pendukung Prabowo-Sandi, yang bertempat di Dapur Sunda, gedung SMESCO LLP KUKM lt.B1, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (20/10).

Dalam sambutannya Vivi Susanti, Ketua Umum Melati Putih Indonesia (MPI) menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam membangun tatanan ekonomi bangsa yang kian terpuruk, menjaga sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, dan membina kembali hubungan baik antara ulama dan umaroh (pemerintah) yang akhir-akhir kurang harmonis,” kata Vivi.

Vivi melanjutkan, selain sebagai wadah undang pikir, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas organ relawan pemenangan Prabowo-Sandi, sebagai upaya menyamakan gerak langkah bersama memenangkan Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019 mendatang menuju Indonesia baru yang adil dan makmur,” ungkap inisiator Gerakan Rabu Biru (GRB).

Dalam kesempatan ini, tokoh nasional Dr. Rizal Ramli menilai, bahasa dan diksi yang dipilih ahli filsafat yang juga pengamat politik, Rocky Gerung hanya dimengerti sedikit orang.

RR sapaan akrab ekonom senior itu memperkirakan, omongan Rocky Gerung hanya dimengerti 10 persen rakyat Indonesia.
Sehingga, apa yang disampaikan Rocky Gerung cenderung tidak dimengerti atau disalahartikan. Termasuk oleh pemerintah.

Baca Juga  Para Srikandi Dor To Dor Menangkan Marhaen

“Kalau penguasanya cerdas ngapain Rocky ditolak sana-sini,” kata RR.

Pembicara lain dalam talkshow, Rocky Gerung sendiri dan Ustad Haikal Hassan.

Menurut RR, hal ini selain menunjukan kualitas intelektual penguasa juga melegitimasi pemerintahan sekarang yang cenderung mengarah ke otoritarian.

Stigma itu menjadi lumrah ketika di sekeliling Presiden Joko Widodo merupakan orang-orang orde baru.

“Karena di sekelingnya orang-orang orde baru juga kok,” pungkas RR. Red

  PEKANBARU – Bawaslu Provinsi Riau telah melaksanakan Pleno dalam mengambil keputusan terhadap pelaporan tindak […]

  Cibinong – Puluhan pengurus Projo Bogor menyatakan menarik dukungan yang telah diberikan kepada Joko […]

Relawan Melati Putih Indonesia (MPI) menggelar talkshow yang bertajuk “Menuju Indonesia Baru Jakarta- Relawan Melati […]

  Bekasi -Ulang Tahun Golkar ke 54 akan membuat kepengurusan daerah – daerah memberi kegiatan […]

Relawan Indonesia Muda Menggelar Diskusi Rutin di Tebet Jakarta Selatan  Jakarta – Relawan Indonesia Muda […]